skip to main |
skip to sidebar
Kamu inget sama Voltron? Kalo kamu lahirnya di tahun 80-an, kamu pasti inget banget sama film kartun yang satu ini...

Sebuah tim pembela keadilan beranggotakan 5 polisi luar angkasa yang menggunakan kendaraan perang berwujud singa dan berkemampuan untuk bergabung menjadi satu robot raksasa demi mengalahkan musuh-musuhnya.
Peter Keefe, pencipta dan eksekutif produser "Voltron: Defender of the Universe," sebuah film seri kartun yang sangat populer di tahun 1980-an, telah meninggal dunia di Rochester, New York. Umurnya baru 57 tahun.
Voltron pertama kali tayang di TV pada tanggal 10 September 1984 di Amerika Serikat dan terus tampil dengan rating yang tinggi sampai dengan 18 November 1985. Tak lama kemudian, film serialnya tersebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Peter Keefe menciptakan Voltron dengan mengambil elemen-elemen dari serial anime Jepang, Beast King GoLion dan Kikou Kantai Dairugger XV.
Secara tidak langsung, Voltron telah membantu membuka jalan bagi film-film animasi Jepang lainnya untuk masuk ke Amerika Serikat. Dan tentu saja, ikut membantu terciptanya franchise maha sukses; Power Rangers.
Peter meninggal karena terkondisi penyakit kanker leher. Selamat jalan, Mr. Peter!

Kasus ini bener-bener lain dari yang lain.
Seorang siswa SMP di kota Kawasaki, Kanagawa, telah melakukan tindak bunuh diri dengan menghirup gas hidrogen sulfida. Tampaknya dia menyalahkan dirinya sendiri karena gagal dalam membantu temannya yang diintimidasi di sekolahnya.

Dewan Pendidikan Kota Kawasaki telah mengumumkan bahwa seorang anak laki-laki berusia 14 tahun meninggal setelah dia ditemukan pingsan di rumahnya.
Menurut polisi, sang ibu menemukannya berbaring telentang di kamar mandi ketika ia sampai di rumah sekitar pukul 04:50. Dia dilarikan ke rumah sakit dengan menggunakan ambulans, namun dinyatakan meninggal dari keracunan kimia sekitar satu jam kemudian.
Polisi menemukan satu wadah kosong untuk bahan kimia, diyakini telah digunakan untuk menghasilkan gas hidrogen sulfida, dan ember di kamar mandi.
Ada juga catatan bunuh diri yang ditulis olehnya, mengatakan bahwa ia terluka karena kegagalannya dalam membantu seorang teman yang telah diintimidasi di sekolah.
Di akhir catatan tersebut juga terbaca... "Saya telah menikmati hidup saya selama 14 tahun."
Waktu aku pertama kali mendengar ada cheerleader yang berusia 78 tahun di Jepang yang memakai wig perak metalik dan pom-pom berwarna emas saat dia melompat dan menari dalam kostum mengkilat merahnya, itu langsung membuat aku penasaran ingin melihat kayak gimana sih orangnya...

Ya kayak gitulah.
Segar, berenergi, dan penuh dengan suka cita. Kita tahu bahwa orang-orang Jepang hidup lebih lama dari rata-rata orang Asia. Menurut data terbaru dari organisasi kesehatan dunia WHO, harapan hidup seorang wanita Jepang tetap di peringkat nomor satu (mencapai usia 86 tahun), tapi aku belum pernah mendengar ada cheerleader yang berusia diatas 30, 40, atau bahkan 50 tahun.
Sampai Fumie Takino muncul.

Takino memulai kelompok pemandu sorak-nya "Japan Pom Pom" tepat 15 tahun yang lalu dan sekarang usia rata-rata anggotanya adalah 66. Yang tertua adalah Takino sendiri yang saat ini berusia 78 tahun.
Mereka semua tampak seperti para warga senior Jepang pada umumnya, sampai mereka berubah dengan mengenakan pakaian yang mencolok dan menari seiring dengan musik beat berdenyut, melompat dan menendang-nendang kaki mereka.
Takino mengatakan bahwa ketika ia pertama kali menjadi pemandu sorak, keluarganya membenci dirinya yang mengenakan kostum ketat dengan rok mini karena mereka semua malu.
"Siapa yang peduli?" Jawabnya. "Aku hanya pakai yang aku suka."
Akhirnya, tim nasional sepakbola Jepang telah tiba di Afrika Selatan untuk ikut serta dalam pentas akbar Piala Dunia 2010. Para pemain disambut oleh paduan suara dan segenap supporter yang telah hadir beberapa hari sebelumnya.

Setibanya di bandara, para pemain langsung melanjutkan perjalanan mereka ke resort mewah Fancourt Hotel and Golf Estate untuk melepas lelah.
Jepang, yang akan bermain di Grup E dengan Belanda, Kamerun dan Denmark, akan berbasis di kota George dan akan memainkan pertandingan di Bloemfontein, Durban dan Rustenburg.
Berhasilkah salah satu wakil Asia ini menunjukkan kecepatan dan kekuatannya di lapangan hijau? Kita doakan saja ya. Go Nippon!
Berikut para pemain The Samurai...
Penjaga gawang: Seigo Narazaki (Nagoya Grampus), Eiji Kawashima (Kawasaki Frontale), Yoshikatsu Kawaguchi (Jubilo Iwata)
Pemain Bertahan: Yuji Nakazawa (Yokohama Marinos), Marcus Tulio Tanaka (Nagoya Grampus), Yuichi Komano (Jubilo Iwata), Daiki Iwamasa (Kashima Antlers), Yasuyuki Konno (FC Tokyo), Yuto Nagatomo (FC Tokyo), Atsuto Uchida (Kashima Antlers)
Pemain Tengah: Shunsuke Nakamura (Yokohama Marinos), Yasuhito Endo (Gamba Osaka), Kengo Nakamura (Kawasaki Frontale), Junichi Inamoto (Kawasaki Frontale), Yuki Abe (Urawa Red Diamonds), Makoto Hasebe (Wolfsburg, Germany), Keisuke Honda (CSKA Moscow, Russia), Daisuke Matsui (Grenoble, France)
Penyerang: Shinji Okazaki (Shimizu S-Pulse), Keiji Tamada (Nagoya Grampus), Yasuhito Okubo (Vissel Kobe), Kisho Yano (Albirex Niigata), Takayuki Morimoto (Catania, Italy).