Selasa, 12 Januari 2010

Para Hidung Belang Berhati-hatilah !


Sebuah skema pemasangan kamera keamanan di dalam kereta api di Jalur Saikyō telah dimulai untuk memerangi para hidung belang yang tangannya yang gatel kemana-mana.

Perusahaan East Japan Railway Co (JR East) berupaya untuk menindak siapapun yang masih berani meraba-raba bokong para gadis yang berada di gerbong kereta.

Beberapa gerbong kereta akan dipasang dua kamera keamanan dengan rencana untuk memperluas sistem ini ke seluruh jaringan kereta Tokyo setelah mengkajinya beberapa bulan.

Kamera akan terus-menerus merekam keadaan dalam gerbong kereta, mengawasi dengan cermat setiap tindakan asusila yang terjadi. Ketika ditanya mengenai pendapatnya, sebagian besar penumpang (terutama wanita tentu saja) menyatakan bahwa mereka mendukung penuh adanya pemasangan kamera keamanan ini.

Sebagian kecil penumpang (bisa ditebak siapa) meragukan efektivitasnya. Kita lihat saja apakah para maniak bisa tambah kreatif.



Hidung Belang Peraba Wanita = Chikan / 痴漢, チカン, ちかん

Minggu, 10 Januari 2010

Celana Dalam Anti-Bau !?


Adalah Koichi Wakata, orang petama yang memakai celana dalam anti-bau keluaran Jepang.

Siapa Koichi Wakata? Itu lho orang Jepang pertama yang tinggal di stasiun luar angkasa. Tanggal 17 kemaren, Koichi terbang bersama astronot Amerika untuk tinggal di stasiun luar angkasa selama 3,5 bulan.

Maka dari itu dia butuh banget yang namanya pakaian anti-bau, karena air dan deterjen untuk cuci baju di luar angkasa dikitnya minta ampun. Merk-nya adalah "J-Ware" buatan Yoshiko Taya dari Japan Women's University, sebuah universitas khusus untuk para wanita.

Celana dalem ini emang dirancang khusus untuk membunuh bakteri dan menyerap keringat. Apakah bener anti-bau? Kata si Koichi sih...

"Belum ada yang cium bau dariku sampe sekarang, jadi kayaknya berhasil."



Pakaian Dalam = Pantsu / ぱんつ

Sabtu, 09 Januari 2010

Satu Ekor Ikan Tuna Terjual 1,6 M


Seekor ikan tuna raksasa jenis sirip biru (bluefin) baru saja terjual seharga 16,3 juta yen (atau sekitar Rp. 1.600.000.000,-) dalam acara lelang pasar grosir ikan terbesar di Jepang.

Ini berarti ikan seberat 233 kg itu adalah ikan termahal kedua sejak tahun 2001 ketika waktu itu tuna seberat 200 kg terjual seharga 20,2 juta yen (atau sekitar Rp. 2.000.000.000,-) di pasar Tsukiji Tokyo.

Raksasa tuna yang dibeli oleh pemilik dua restoran sushi di Tokyo dan satu restoran sushi di Hong Kong itu adalah satu dari 570 ekor ikan yang ditangkap para nelayan di lepas pantai utara Jepang. Sekitar 40 persen dari ikan yang dilelang berasal dari luar negeri, termasuk dari Indonesia dan Meksiko.

Kenapa bisa satu ekor ikan terjual sedemikian tingginya? Karena Jepang memang pencinta seafood / makanan laut. Jepang adalah konsumen makanan laut terbesar di dunia dengan daging ikan tuna yang paling banyak dicari oleh penggila sushi.

Kamu suka sushi?

Jumat, 08 Januari 2010

Touchscreen?? Udah Gak Jaman !

Ngetik komputer tanpa sentuh keyboard? Orang Jepang bilang gampang.

Prof Masatoshi Ishikawa dan Dr Takashi Komuro dari Universitas Tokyo mengembangkan apa yang disebut "Input Interface berbasis Vision" yaitu semacam perangkat yang bisa menangkap gerakan jari-jari tangan oleh kamera mini dan menterjemahkannya sebagai perintah.

Atau dengan kata lain... Airscreen. Teknologi layar tanpa sentuh!





Teknologi ini dapat menerjemahkan gerakan jari di udara ke komputer sebagai perintah yang memungkinkan kamu untuk menggunakan perangkat portable tanpa sentuhan sama sekali. Perangkat yang dikembangkan oleh tim Universitas Tokyo ini tampaknya sudah maju satu langkah lebih jauh dibandingkan dengan teknologi yang dikembangkan oleh negara lain.

Untuk lebih jelasnya, coba liat video berikut...

Chat Yuk !!!


ShoutMix chat widget